Berjuang dan membangun dari awal

Ads Here

Jumat, 24 Januari 2014

KONSEP NASAKOMNYA BUNG KARNO


“KONSEP NASAKOMNYA BUNG KARNO”


Soekarno memulai karirnya dengan tulisannya yang berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Ini terbukti dari pada tahun 1926 ketika ia berusia 25 tahun, Seokarno menulis artikel tentang Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, dalam artikel ini ia berusaha mempertemukan dan menyatukan antara ketiga aliran ideologi dalam memeperjuangkan bangsa indonesia dari anti-kolonial. Ketiga aliran tersebut adalah nasionalis, agamis, dan marxis.
Nasionlis yang dimaksud adalah sekelompok golongan yang benar-benar memperjuangkan bangsa indonesia ini tanpa intervensi agama, sedangkan Agamis adalah golongan para ummat muslim yang berjuang melawan penjajahan untuk kemerdekaan bangsa indonesia, dan Marxis adalah para kaum sosialis yang juga menginginkan kebebasan bangsa indonesia dari intervensi asing dan dari tekanan para kaum kapitalis.
Marxis yang dimaksud disini bukanlah kaum komunis (anti tuhan) melainkan kaum sosialis yang tidak menginginkan penindasan dan kesenjangan sosial dibangsa indonesia ini, pemikiran ini bung karno banyak mengambil dan mengutip dari pemkiran marxis barat, seperti konsepnya Karl Marx, Karl Kautsky (Sosialis-Demokrat Jerman), Jean Jaures (Sosialis Perancis), PJ Troelstra (Sosialis Belanda), dan Hendriette Roland Holst (pengarang kiri Belanda), dan yang lainnya. Konsep barat inilah yang kemudian dikolaborasikan oleh soekarno dengan konsep para pemikiran indonesia seperti Tjokroaminoto, Hayam wuruk, Gajah mada, dan lain-lain.
Ketiga aliran tersebut yang kemudian disatukan oleh soekarno dalam satu konsep yaitu dinamakan NASAKOM (nasionalis, agamis, dan komunis) dengan tujuan mempersatukan ketiga elemen atau ideologi tersebut untuk bersama-sama melawan penjajahan dan menentang kapitalis imperialis demi tercapainya kesejahteraan, kedamaian dan kemerdekaan bangsa indonesia ini.
Pemikiran Nasakom bung karno ini tidak hanya dilihat dari satu konsep pemersatu saja namun juga merupakan sebagai suatu motivasi masyarakat indonesia yang secara bersama-sama dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia dari segala bentuk tekanan intervensi negara lain, serta menjalin hubungan dengan negara-negara berkembang yang kekayaannya juga dikeruk oleh negara-negara maju atau para penjajah.
Konsep nasakom inilah yang kemudian berkembang dan menjadi sebuah sumbangsih dalam pencetusan ideologi pancasila yang dijadikan sebagai landasan dasar bangsa indonesia, seperti konsep Sosio-nasionalis dan Sosio-demokrasi yang ditulis bung karno dalam artikelnya pada tahun 1930-an, yang kemudian dikembangkan oleh soekarno dalm pancasila menjadi sila 3 dan 4.
Namun pada akhirnya konsep nasakom ini banyak dipertanyakan dan dipertimbangkan oleh para tokoh maupun pemerinthan apakah nasakom ini sebagai solusi dalam mempersatukan rakyat indonesia ataukah nasakom ini sebagai racun bagi persatuan bangsa indonesia ini, seperti yang terjadi ketika pada orde baru yang mempermasalahkan kaum komunis.



Zaharuddin. M
Comunitas bengkel penulisan "Paragraf" 
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama' (STAINU) Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar