Berjuang dan membangun dari awal

Ads Here

Minggu, 19 Januari 2014

PERJUANGAN IBNU RUSYD DALAM MENJAGA EKSISTENSI FILSAFAT


“ PERJUANGAN IBNU RUSYD DALAM MENJAGA EKSISTENSI FILSAFAT ”
( Zaharuddin. M. STAINU Jakarta )

Nama lengkapnya Ibnu rusyd adalah Abu al-wahid muhammad ibnu muhammad ibnu Rusyd, ia lahir di Cordova pada 520 H ( 1126 M ) dari kalangan keluarga keluarga yang alim dalam ilmu fiqih di Spanyol-Islam. Sejak dari kecil Ibnu rusyd belajar dan mendalami ilmu fiqih dari ayahnya, Ketika dewasa Ibnu Rusyd memulai terjun ke dunia pemikiran yang bersifat rasional setelah banyak belajar dan meneliti dari pemikiran dan karyanya Aristoteles dalam berbagai bidang, sehingga ia di gelar Syarih ( Komentator ).
Dengan nalar kritisnya yang bersifat rasional atau sesuai dengan akal Ibnu rusyd terjuan lansung dan berkecimpung didunia filsafat, yaitu mengkritisi para filsuf yang menyimpang dan memperjuangkan atau mempertahankan filsafat dan para filsuf dari pendapatnya imam ghozali yang menkafirkan filsafat dan mengkufurkan para filsuf. Ia dalam memecahkan masalah dan memutuskan perkara selalu mempertimbangkan akalnya dengan tujuan agar tidak keluar dari maksudnya dan sesuai dengan relita lingkungan. Dengan ini ibnu rusyd dijuluki sebagai tokoh ( Revolusioner Akal).
a.       Mengkritisi pendapatnya Ibnu sina dan kaum tekstual.
Ibnu rusyd mengkrirtik pendapatnya Ibnu sina yang secara terang-terangan mengatakan bahwa Allah itu hanya mengetahui sesuatu yang bersifat Parsial saja dengan ilmu yang kulli (Universal), Bagi Ibnu rusyd tidak tepat kalau Ibnu sina secara terang-terangan dan terbuka mengatakan hal yang demikian, karena takut terjadi kesalah pahaman bagi kaum awam yang keimananya belum sempurna.
Ibnu rusyd juga mengkritik para kaum tekstual yang hanya memhami suatu kajian ilmu secara tekstual saja namun tidak ditafsirkan secara mendalam dan rasional sesuai dengan realita lingkungan.
b.      Menaggapi dari pendapatnya Imam Ghozali.
Melalui buku Tahafut al-Falasifah ( kekacawan pemikiran para filsuf ), Imam ghozali melacarkan kritikan keras terhadap para filsuf dengan tiga masalah besar, yang menurut Imam ghozali dapat menyebabkan kekafiran. Tiga masalah besar tersebut adalah sebagai berikut : Pertama, Qadimnya alam. Kedua, Tuhan tidak mengetahui secara terperinci semua kejadian dialam ( Tuhan hanya mengatahui hal yang bersifat universal saja ). Ketiga, tidak ada pembakitan jasmani. Dari tiga masalah besar inilah Imam ghozali mengkafirkan filsafat dan para filsuf.
Setelah secara jelas imam ghozali mengkritik para filsuf dan mengkafir filsafat kemudian Ibnu rusyd tampil dan muncul dalam membela para filsuf dari pengkafiran imam ghozali dan mempertahankan eksistensi filsafat itu sendiri. Dalam rangka pembelaannya terhadaf filsafat dan para filsuf Ibnu rusyd menulis bukunya yang berjudul  Tahfut al-Tahfut  ( Kekacawan dalam kekacawan ), dalam bukunya ini ia menyatakn sesungguhnya yang dalam berada dalam kekacawan pemikiran adalah imam ghozali itu sendiri bukan para filsuf. Dan juga dalam bukunya ini lah ia juga menjelaskan dan meluruskan maksud dari tiga maslah besar yang dimaksud oleh imam ghozali.
Dalam mempertahankan eksistensi filsafat itusendiri dan para filsuf, Ibnu rusyd mencoba dan berusaha menggabungkan filsafat dengan agama. Bahkan ia berpendapat bahwa dalam al-qur’an banya sekali ayat yang menyatakan Allah itu menyuru kita umat manusia untuk berfikir ( Berfilsafat ).
Setelah ia menjelaskan bahwa berfilsafat itu dibelahkan dan tidak diharamkan kemudian Ibnu rusyd mengklarifikasi manusia kedalam tiga golongan, yaitu : Pertama golongan teologi, Kedua golongan orang biasa, dan ketiga golongan orang awam. Dengan diklarifikasikan manusia kedalam tiga golongan ini agar dapat dipertimbangkan mana gologan yang dianjurkan untuk berfilsafat dan mana gologan yang belum dibolahkan, Sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam berfilsafat.










                                                                                          22 Maret 2013     
( Hasil Kajian Fajar Budi
PK PMII & BEM STAINU Jakarta.)
                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar