Berjuang dan membangun dari awal

Ads Here

Kamis, 22 November 2012

UN dan Pendidikan Karakter


                                           “Ujian Nasional Dan Pendidikan Berkarakter”
                                       Oleh : Zaharuddin.M.Nur. ( STAINU Jakarta )


Secara umum pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dalam mengembangakan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyaraka, bangsa dan Negara.
Pendidikan karakter adalah suatu  potensi yang berusaha membentuk akhlak dan karakter seorang peserta didik menjadi lebih baik yang sesuai dengan spritul keagamaan, melalui proses pendidikan dan pembinaan yang dilaksanakan disekolah atau dimadrasah secara formal maupun yang non formal.
Sedangkan Ujian Nasional merupakan salah satu cara pemerintah dalam mengevaluasi seluruh pendidikan yang ada diindonesia ini baik yang negeri maupun yang swasta, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan potensi peserta didik dalam menerima pendidikan dan pembimbingan dari piahak sekolah, dan untuk mengetahui perkembangan proses pendidikan yang dilaksanakan oleh guru,kepala sekolah dan staf yang lain disekolah tersebut.
Pada dasarnya konsep dan tujuan Ujian Nasional dan Pendidikan Karakter yang telah diterapkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan nasional adalah sangat baik dan sanagat mendukung dalam hal mengembangkan pendidikan diindonesia ini untuk mewujudkan pendidikan yang bertaraf internasional. Tetapi realitas dilapangan yang terjadi ujian nasional yang diterapkan oleh pemerintah adalah sangat tidak sesuai bahkan sangat bertentangan dengan tujuan pendidikan berkarakter tersebut,karena dilapangan yang terjadi ujian nasional ini secara tidak lansung mengajarkan pendidik dan peserta didik untuk menjadi pembohong, Hal ini terbukti dalam proses pelaksanaan ujian nasional yang lalu, banyak penomena yang terjadi disekolahan sebelum melaksanakan ujian nasional peserta didik pada malam harinya sudah tahu dan menerima jawaban soal yang akan diujikan pada besok harinya sedangkan mereka belum tahu dan belum melihat lembaran soal ujian nasional yang akan diujikan.
Disamping itu juga banyak penomena yang terjadi dilapangan banyak para siswadan siswi baik tingkat smp maupun sma yang mengalami stress dan prustasi dalam menghadapi ujian nasional ini, mereka menganggap ujian nasional yang dilaksanakan selama empat hari inilah satu-satunya yang menetukan bahwa mereka berhasil atau tidaknya belajar selama tiga tahun disekolah. Hal inilah yang membuat mentalitas dan pola pikir peserta didik menjadi pengecut dan tidak berkembang.
Untuk mengatasi masalah diatas pihak pemerintah butuh konsentrasi penuh untuk mengubah sistem ujian nasional dan mengubah paradigma peserta didik dan masyarakat bahwa ujian nasional tersebut tidak hanya satu-satunya yang menetukan kelulusan mereka melainkan hanya sebangai proses evaluasi pada perkembangan pendidikan diindonesia ini yang di lakukan secara merata dan menyeluruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar