Berjuang dan membangun dari awal

Ads Here

Kamis, 22 November 2012

APLIKASI METODE PAIKEM DISEKOLAH


“APLIKASI METODE PAIKEM DISEKOLAH”

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi, menyebabkan arus informasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini berdampak langsung pada berbagai bidang kehidupan, tanpa kecuali bidang pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai bagian dari sistem kehidupan telah berupaya mengembangkan struktur kurikulum, sistem pendidikan, dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan sumber daya yang berkualitas (Sudjatmiko, 2003). Untuk menghadapi perubahan tersebut dibutuhkan pendidikan yang memberikan kecakapan hidup (life skill), yaitu memberikan ketrampilan dan keahlian dengan kompetensi tinggi.
Dengan dimilikinya life skill diharapkan nantinya peserta didik dapat bertahan dalam suasana yang selalu akan berubah dan berkembang. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dapat ditengarai bahwa aspek proses dan hasil pembelajaran merupakan salah satu penyebab perlunya ditingkatkan mutu pendidikan. Kualitas proses dan hasil belajar mengajar yang rendah menunjukkan bahwa interaksi antara siswa dengan sumber belajar seperti dengan guru dan linkungan, tidak berjalan efektif sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal (Purwanti, 2004). Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diupayakan agar lingkungan belajar dapat mendukung berlangsungnya pembelajaran efektif dan berpusat pada siswa. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multi kompetensi harus melewati pendidikan yang diiplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada tempat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan dalam artian bahwa potensi dan karakteristik wilayah/daerah akan digali dan dimanfaatkan siswa sebagai sarana pembelajaran, dan selanjutnya akan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik untuk berkreasi berfikir. Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan sekitar, pembelajaran menjadi bermakna.
Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satusisi positif yang melatar belakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan dimana telah diketahui potensi dari wilayah/daerah untuk dikembangkan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar.
Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang adapada lingkungan dan untuk menanamkan sikap pada diri anak didik. Model dan metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru agar materi pelajaran dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. Metode mengajar yang digunakan hendaknya metode yang dapat memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun tujuan untuk agar siswa mampu berfikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri dalam menhadapi masalah. Model dan metode yang dikembangkan tidak terlepas dari kurikulum nasional yang berlaku dalam hal ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dalam prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa pendidikan yang diselenggarakan harus:
(1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya,
(2) beragam dan terpadu,
(3) tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni,
(4) relefan dengan kebutuhan pendidikan,
(5) menyeluruh dan berkesinambungan,
(6) belajar sepanjang hayat, dan
(7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingandaerah (BSNP 2006).
Berdasarkan tujuh prinsip pengembangan KTSP di atas maka pendidikan yang diselenggarakan dan dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan daerah untuk membangun yang disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman kehidupan sehari-hari, dimana pengembangan kurikulumnya (perangkat pembelajaran) dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak misalnya, guru sebagai tenaga pendidik, kepala sekolah sebagai pemimpin, dan guru pembimbing sebagai yang memahami karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dengan dilakukan seperti ini maka dari pihak sekolah bisa memrancang, menyusun dan mengembangkan kurikulum dengan baik, sehingga kurikulum yang di susun bisa relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
Memangku kepentingan atau (stakeholders) untuk menjamin relefansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan pribadi, ketrampilan berfikir, ketrampilan sosial, ketrampilan akademik, dan ketrampilan vokasional perlu ditingkatkan Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM), adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan (proses belajar) yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, efektif dan menyenangkan.
PP No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa “Proses pembelajaran pada suatu satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandiriansesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.”Hal tersebut merupakan dasar bahwa guru perlu menyelenggarakan pembelajaranyang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM).
Dari uraian singkat tentang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM), dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan harus diwujudkan di kelas karena dasar hukumnya sudah jelas yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permasalahannya adalah bagaimana kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan suasana kelas agar siswa belajar, yang pada dasarnya belajar adalah memproduksi gagasan atau membangun makna baru dari pengetahuan awal yang sudah dimiliki siswa. Siswa sebagai subjek belajar tidak mengkonsumsi gagasan tetapi memproduksi gagasan dalam proses pembelajaran yang difasilitasi oleh guru. Guru sebagai fasilitator hendaknya dapat memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Dengan adanya latar belakang di atas, maka perlu sebuah pembahasan secara mendalam dengan mengembangkan perangkat pembelajaran yang bercirikan model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) dalam mengatasi permasalahan pembelajaran biologi yang terjadi di sekolah-sekolah pada umumnya.
Penerapan dan pelaksanaan metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) ini sangat baik dan cocok dalam situasi pendidikan sekrang ini, karena dengan begitu banyak godaan dan pengaruh global yang kita alami ini memnbuat peserta didik menjadi malas dan jenuh mengikuti proses pembelajaran apalagi metode yang dilakukan guru kurang menarik, Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibutuhkan penerapan dan aplikasi metode Pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) dilembaga pendidikan.
Sejauh ini metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) hanya sebagai konsep dan wacana tapi belum ada penerapan dan aplikasinya disekolah-sekolah maupun dimadrasah, Hal ini disebabkan karena kurangnya potensi dan kesiapan seorang guru untuk menjadi tenaga pendidik yang propesional. inilah salah satu menyebabkan peserta didik menjadi menjadi malas, jenuh dan bosan untuk belajar dan beraktifitas dengan serius disekolah, sehingga dengan ketidak puasan tersebut peserta didik melepaskan pelampiasan dan emosinya diluar sekolah atau diluar jam pelajaran seperti jalan-jalan, nogkrong bahkan lebih parah lagi mereka melakukan tawuran, dengan tujuan agar hasrat dan keingginannya terpuaskan.
Dengan penomena yang terjadi seperti ini menyebabkan tujuan, visi dan misi dari sekolah dan madrasah itu sendiri tidak tercapai dan tidak terlaksna sesuai dengan yang diingginkan oleh berbagai pihak, baik dari pihak sekolah, masyarakat dan pemrintah yang berpungsi sebagai pengawas dan pengembang dari pendidikan bangsa indonesia ini, karena proses belajar mengajar yang dilakukan disekolah dan dimadrasah belum berjalan dengan baik dan sesuai dengan keingginan peserta didik.
Hal inilah yang menjadi Tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai calon pendidik dalam menciptakan pendidikan yang propesional, menarik dan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, keingginan peserta didik untuk menciptakan keterampilan pada dirinya, yaitu dengan cara menerapkan dan mengaflikasikan metode – metode yang yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan masyrakat, salah satunya adalah metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan (PAIKEM) disekolah, dengan tujuan agar peserta didik bisa lebih aktif dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan dilembaga pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan oleh pemerintah bisa terlaksana dan tercapai dengan baik.
Dalam proses penerapan dan pengembangan metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) ada beberapa hal yang perlu dan harus di perhatikan oleh seorang guru yang dalam hal ini berfungsi sebagai tenaga pendidik dan sebagai pelaksana metode tersebut adalah :
1.      Memahami sifat atau karakter seorang anak
2.      Mengenal anak secara perorangan
3.      Memanfaatkan perilaku anak dalam penorganisasian belajar
4.      Mengembangkan berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan dalam memecahkan masalah
5.      Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar dan menarik
6.      Memanfaatkan lingkungan sebagai ruang belajar
7.      Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
8.      Membedakan aktif fisik dan mental
9.      Dan lain sebagainya.
Semuanya ini harus dikuasai oleh seorang guru dalam mengimplementasikan metode paikem tersebut, sehingga peserta didik lebih senang, nyaman dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran disekolah, sehingga tujuan pendidikan yang kita ingginkan bisa terlaksana dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar