“APLIKASI METODE PAIKEM
DISEKOLAH”
Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi, menyebabkan arus
informasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini berdampak langsung pada
berbagai bidang kehidupan, tanpa kecuali bidang pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai
bagian dari sistem kehidupan telah berupaya mengembangkan struktur kurikulum,
sistem pendidikan, dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk
meningkatkan sumber daya yang berkualitas (Sudjatmiko,
2003). Untuk menghadapi perubahan tersebut dibutuhkan pendidikan yang
memberikan kecakapan hidup (life skill), yaitu memberikan ketrampilan
dan keahlian dengan kompetensi tinggi.
Dengan dimilikinya life skill diharapkan nantinya
peserta didik dapat bertahan dalam
suasana yang selalu akan berubah dan berkembang. Pendidikan merupakan kunci
untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab
dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai
pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dapat
ditengarai bahwa aspek proses dan hasil pembelajaran merupakan salah satu penyebab
perlunya ditingkatkan mutu pendidikan. Kualitas proses dan hasil belajar mengajar yang
rendah menunjukkan bahwa interaksi antara siswa dengan sumber belajar seperti
dengan guru dan linkungan, tidak berjalan efektif sehingga hasil belajar yang
dicapai tidak optimal (Purwanti, 2004). Oleh karena itu dalam proses pembelajaran
diupayakan agar lingkungan belajar dapat mendukung berlangsungnya
pembelajaran efektif dan berpusat pada siswa. Dalam rangka mewujudkan
potensi diri menjadi multi kompetensi harus melewati pendidikan yang
diiplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses
pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya
pembelajaran tidak terbatas pada tempat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan
lingkungan dalam artian bahwa potensi dan karakteristik wilayah/daerah
akan digali dan dimanfaatkan siswa sebagai sarana pembelajaran, dan selanjutnya akan
menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik untuk berkreasi
berfikir. Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan
lingkungan sekitar, pembelajaran menjadi bermakna.
Sikap verbalisme
siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan
pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Dari proses pendidikan dan
pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan
akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan
diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satusisi positif yang
melatar belakangi pembelajaran dengan pendekatan
lingkungan. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan,
bukan merupakan pendekatan pembelajran yang baru,
melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang
dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran
yang memanfaatkan lingkungan dimana telah diketahui potensi dari wilayah/daerah
untuk dikembangkan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar.
Hal tersebut dapat
dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang adapada lingkungan dan untuk
menanamkan sikap pada diri anak didik. Model dan metode
mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang
dipergunakan oleh guru agar materi pelajaran dapat ditangkap, dipahami dan digunakan
oleh siswa dengan baik. Metode mengajar yang digunakan hendaknya
metode yang dapat memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan suatu masalah
yang dihadapi ataupun tujuan untuk agar siswa mampu berfikir dan
mengemukakan pendapatnya sendiri dalam menhadapi
masalah. Model dan metode yang
dikembangkan tidak terlepas dari kurikulum nasional yang berlaku dalam hal
ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dalam prinsip-prinsip
pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa pendidikan yang
diselenggarakan harus:
(1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan
dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya,
(2) beragam dan terpadu,
(3) tanggap terhadap perkembangan iptek dan
seni,
(4) relefan dengan kebutuhan
pendidikan,
(5) menyeluruh dan berkesinambungan,
(6) belajar sepanjang hayat, dan
(7) seimbang antara kepentingan nasional dan
kepentingandaerah (BSNP 2006).
Berdasarkan tujuh
prinsip pengembangan KTSP di atas maka pendidikan yang diselenggarakan dan
dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan daerah untuk
membangun yang disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan.
Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan
karakteristik daerah dan pengalaman kehidupan sehari-hari, dimana pengembangan
kurikulumnya (perangkat pembelajaran) dilakukan dengan melibatkan
berbagai pihak misalnya, guru sebagai tenaga pendidik, kepala sekolah sebagai
pemimpin, dan guru pembimbing sebagai yang memahami karakteristik dan kebutuhan
peserta didik. Dengan dilakukan seperti ini maka dari pihak sekolah bisa
memrancang, menyusun dan mengembangkan kurikulum dengan baik, sehingga
kurikulum yang di susun bisa relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan
masyarakat.
Memangku
kepentingan atau (stakeholders) untuk menjamin relefansi pendidikan dengan kebutuhan
kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia
kerja. Oleh karena itu pengembangan pribadi, ketrampilan berfikir, ketrampilan
sosial, ketrampilan akademik, dan ketrampilan vokasional perlu ditingkatkan Pembelajaran
aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM), adalah sebuah
model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan (proses
belajar) yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman
berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya
pembelajaran lebih menarik, efektif dan menyenangkan.
PP
No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa “Proses
pembelajaran pada suatu satuan pendidikan diselenggarakan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreatifitas, dan kemandiriansesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.”Hal tersebut merupakan
dasar bahwa guru perlu menyelenggarakan pembelajaranyang aktif,
inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM).
Dari uraian singkat
tentang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM),
dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan harus diwujudkan di
kelas karena dasar hukumnya sudah jelas yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permasalahannya adalah
bagaimana kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan suasana
kelas agar siswa belajar, yang pada dasarnya belajar adalah memproduksi gagasan atau membangun makna baru dari pengetahuan
awal yang sudah dimiliki siswa. Siswa sebagai
subjek belajar tidak mengkonsumsi gagasan tetapi memproduksi gagasan dalam proses
pembelajaran yang difasilitasi oleh guru. Guru sebagai fasilitator hendaknya
dapat memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,
efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Dengan adanya latar
belakang di atas, maka perlu sebuah pembahasan secara mendalam dengan
mengembangkan perangkat pembelajaran yang bercirikan model pembelajaran yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) dalam mengatasi
permasalahan pembelajaran biologi yang terjadi di sekolah-sekolah pada
umumnya.
Penerapan dan pelaksanaan metode pembelajaran aktif,
inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) ini sangat baik dan cocok
dalam situasi pendidikan sekrang ini, karena dengan begitu banyak godaan dan
pengaruh global yang kita alami ini memnbuat peserta didik menjadi malas dan
jenuh mengikuti proses pembelajaran apalagi metode yang dilakukan guru kurang
menarik, Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibutuhkan penerapan dan
aplikasi metode Pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
(PAIKEM) dilembaga pendidikan.
Sejauh ini metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) hanya sebagai konsep dan wacana tapi belum
ada penerapan dan aplikasinya disekolah-sekolah maupun dimadrasah, Hal ini
disebabkan karena kurangnya potensi dan kesiapan seorang guru untuk menjadi
tenaga pendidik yang propesional. inilah salah satu menyebabkan peserta didik menjadi menjadi malas, jenuh dan
bosan untuk belajar dan beraktifitas dengan serius disekolah, sehingga dengan
ketidak puasan tersebut peserta didik melepaskan pelampiasan dan emosinya
diluar sekolah atau diluar jam pelajaran seperti jalan-jalan, nogkrong bahkan
lebih parah lagi mereka melakukan tawuran, dengan tujuan agar hasrat dan
keingginannya terpuaskan.
Dengan penomena yang terjadi seperti ini menyebabkan
tujuan, visi dan misi dari sekolah dan madrasah itu sendiri tidak tercapai dan tidak
terlaksna sesuai dengan yang diingginkan oleh berbagai pihak, baik dari pihak
sekolah, masyarakat dan pemrintah yang berpungsi sebagai pengawas dan
pengembang dari pendidikan bangsa indonesia ini, karena proses belajar mengajar
yang dilakukan disekolah dan dimadrasah belum berjalan dengan baik dan sesuai
dengan keingginan peserta didik.
Hal inilah yang menjadi Tugas dan tanggung jawab
kita bersama sebagai calon pendidik
dalam menciptakan pendidikan yang propesional, menarik dan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, keingginan peserta didik
untuk menciptakan keterampilan pada dirinya,
yaitu dengan cara menerapkan dan
mengaflikasikan metode – metode yang yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan
dan masyrakat, salah satunya adalah metode
pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan (PAIKEM) disekolah,
dengan tujuan agar peserta didik bisa lebih aktif dan senang dalam mengikuti
proses pembelajaran yang dilakukan dilembaga
pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan oleh pemerintah bisa
terlaksana dan tercapai dengan baik.
Dalam proses penerapan dan pengembangan metode
pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
ada beberapa hal yang perlu dan harus di perhatikan oleh seorang guru yang
dalam hal ini berfungsi sebagai tenaga pendidik dan sebagai pelaksana metode
tersebut adalah :
1.
Memahami sifat atau
karakter seorang anak
2.
Mengenal anak
secara perorangan
3.
Memanfaatkan
perilaku anak dalam penorganisasian belajar
4.
Mengembangkan
berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan dalam memecahkan masalah
5.
Mengembangkan ruang
kelas sebagai lingkungan belajar dan menarik
6.
Memanfaatkan
lingkungan sebagai ruang belajar
7.
Memberikan umpan
balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
8.
Membedakan aktif
fisik dan mental
9.
Dan lain
sebagainya.
Semuanya ini harus dikuasai oleh seorang guru dalam
mengimplementasikan metode paikem tersebut, sehingga peserta didik lebih
senang, nyaman dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran disekolah,
sehingga tujuan pendidikan yang kita ingginkan bisa terlaksana dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar