Berjuang dan membangun dari awal

Ads Here

Kamis, 22 November 2012

Philosofische grondslag NRI


PIDATO BUNG KARNO TENTANG PHILOSOFISCHE GRONDSLAG NEGARA INDONESIA (01 JUNI 1945)
Oleh :Zaharuddin.M ( STAINU Jakarta )


Soekarno adalah salah satu dari tokoh pencetus dasar Negara Indonesia merdeka,Yang juga termasuk dari salah satu anggota BPUPKI. Ketika itulah dia berpidato di hadapan para anggota BPUPKI dengan mengusulkan dasar-dasar Negara repoblik Indonesia merdeka yang menerutnya cocok dan pantas dijadikan sebagai landasan bangsa Indonesia ini dan yang sudah beliau rancang puluhan tahun yang silam, yaitu sebagai berikut :
Pertama, Dia mengatakan bahwa, kita inggin mendirikan Negara Indonesia merdeka ini bukan hanya untuk satu golongan atau satu kaum saja, melainkan adalah untuk “semua buat semua” yakni untuk semua warga Indonesia dari sabang sampai merauke. Maka dasar pertama yang baik dijadikan sebagai dasar Negara Indonesia adalah“KEBANGSAAN  INDONESIA”.
Kedua, Negara repoblik Indonesia ini tidak hanya berdiri sendiri dalam satu asas Kebangsaan Indonesia saja, namun kita harus menuju pula kepada kekeluargaan antar bangsa-bangsa yang bertujuan untuk menjalin kerjasama. Maka dasar Negara Indonesia yang kedua adalah “INTERNASIONALISME  ATAU  PERIKEMANUSIAAN”.
Ketiga, Dalam mengatur dan menentukan kebijakan atau langkah yang seharusnya akan diambil oleh bangsa repoblik Indonesia ini demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa, tentu bukan hanya diatur oleh segelintir orang saja atau bukan hanya satu kelompok saja, namun diatur dan ditentukan oleh semua warga Indonesia yang memikirkan dan memutuskan apa yang terbaik dan apa yang dibutuhkan oleh bangsa repoblik Indonesia ini. Oleh karna itu dasar  Negara repoblik Indonesia yang ketiaga adalah “PERMUSYAWARATAN  ATAU  MUPAKAT”.
Keempat, Salah satu dari tujuan kita mendirikan Negara repoblik Indonesia merdeka ini adalah menghindarkan seluruh rakyat Indonesia dari kesusahan dan ketertindasan, namun menginginkan seluruh rakyat Indonesia ini merasa lebih nyaman dan sejahtera. Untuk memenuhi dari tujuan itu, maka dasar Negara repoblik Indonesia yang keempat adalah “KESEJAHTERAAN  SOSIAL”.
Kelima,Untukmenyusundanmenyempurnakan Negara repoblik Indonesia inidalamsatukesatuan yang masyarakatnyamempunyaibanyakkepercayaandankayakinan, makadasar Negara repoblik Indonesia yang kelimaadalah“KETUHANAN”.
Denganlimadasarinilahkitamendirikan Negara repoblik Indonesia merdeka.yangkemudiandinamakanolehsoekarnomenjadiPANCASILA(Pancaartinya Lima, sedangkanSilaartinyaAsasataudasar). WalaupunPancasilaini yang sebagianbesarparatokohtelahmenyepakatidanmenyetujuidijadikansebagaidasarnegarrepoblik Indonesia merdeka, tetapisoekarnotidakterburu-burudalammenjadikanpancasilainisebagaidasarNegara.melainkandiamasih member tawarankepadaparatokohuntuksepakatatautidaknyadenganpancasilaitu.
Bahkansoekarnojugamemberisolusikepadaparatokohkalautidaksepakatdengan lima dasar (Pancasila) itu, maka lima dasar Negara repoblik Indonesia itu di singkatmenjadiTRI SILA(tigaDasar), yaitusebagaiberikut :
Pertama,Sila pertama (kebangsaan) dan sila kedua (Internasionalisme) diperas dan di gabungkan menjadi satu, yaitu : “SOSIO-NASIONALISME”.
Kedua,Sila ketiga (Permusyawaratan) dan sila keempat (kesejahteraan) di gabung kanmenja disatu, yaitu : “SOSIO-DEMOKRASI”.
Ketiga,Sila yang terakhir, yaitu :“KETUHANAN”  yang menghormati satu sama lain dan tidak membedakan antar agama dan kepercayaan sesame masyarakat.
Kemudian soekarno juga menawarkan lagi kalau tidak sepakat juga dengan Trisila ini, maka saya singkat lagi menjadi EKA SILA (satu dasar), yaitu : “GOTONG-ROYONG”.Menurut soekarno dengan gotong-royong inilah kita bisa menjadikan Negara kesatuanrepoblik Indonesia ini menjadi Negara yang kita inginkan, yaitu Negara yang damai, aman dan sejahtera.Sebab Pepatah lama mengatakanKalau ingin menang haruslah kuat, kalau ingin kuat haruslah bersatu.
Walaupun dengan banyak tawaran yang diajukan oleh soekarno kepada para tokoh BPUPKI namun semua tokoh tersebut sepakat dengan Lima dasar yang partama yaitu PANCASILA. Yang kemudian lima dasar tersebut dirapatkan lagi kedalam tim inti yang terdiridari Sembilan tokoh, untuk menyusun pancasila itu dengan rapi dan teratur.  Maka pada hasilnya  menjadilahpancasila yang sesungguhnya seperti yang kita ketahuai dan kita buktikan sekarang ini, yaitu sebagai berikut :
1.      Ketuhanan yang maha esa
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kelima sila inilah yang kemudian dijadikan landasan dan acuan dalam mengatur dan mengawal proses perjalannya bangsa Indonesia ini.


Wassalam……….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar